Maag dan Asam Lambung

Penyakit maag dan asam lambung ‘akrab’ dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya sering dianggap mirip, padahal keduanya berbeda. Simak artikel ini.

Maag dan Asam Lambung

Kedua penyakit tersebut kerap dianggap sepele dan dibiarkan berlarut-larut. Baru-baru ini, kontestan Puteri Indonesia 2016 asal Maluku, Jean Patty dikabarkan meninggal karena penyakit asam lambung.

Bukan cuma Jean yang tercatat meninggal karena asam lambung. Pada 2015, seniman Didi Petet juga meninggal disebabkan penyakit yang sama dengan Jean.

Pengertian Maag

Sakit maag atau dispepsia adalah gejala penyakit berupa rasa nyeri dan panas pada lambung yang terjadi akibat sejumlah kondisi. Di antaranya adalah luka terbuka pada lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres.

Sakit maag merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Menurut data dari beberapa pusat endoskopi di Indonesia, ada sekitar 7000 kasus sakit maag yang dilakukan endoskopi, dan lebih dari 85% merupakan dispepsia fungsional. Dispepsia fungsional merupakan kondisi sakit maag yang tidak diketahui penyebabnya.

Gejala Sakit Maag

Sebagian besar sakit maag bersifat ringan dan dapat ditangani tanpa perlu berkonsultasi ke dokter. Namun, segera temui dokter jika sakit maag terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala seperti:

  • Muntah
  • Sulit menelan
  • Nyeri ulu hati
  • Berat badan turun tanpa sebab.
  • Penderita sakit maag yang telah berusia 55 tahun ke atas juga dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala di atas muncul. Gejala bisa memburuk bila disertai stress.

Sakit maag dapat disebabkan kebiasaan makan yang terlalu banyak dan cepat, atau terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan berlemak. Radang pada pankreas dan usus tersumbat, juga dapat memicu sakit maag.

Pengobatan dan Pencegahan Sakit Maag

Sakit maag ringan akan hilang dengan sendirinya. Adapun sakit maag yang parah dapat diatasi dengan obat-obatan seperti antasida, antibiotik dan antidepresan. Terapi seperti meditasi dan relaksasi juga bisa membantu mengatasi sakit maag.

  • Sakit maag dapat dicegah dengan cara:
  • Makan secara perlahan, dalam porsi yang kecil.
  • Batasi konsumsi makanan pedas dan berlemak.
  • Kurangi minuman berkafein.
  • Hindari obat-obatan yang menyebabkan nyeri lambung.

Pengertian asam lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu.

Asam lambung naik atau penyakit asam lambung bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala penyakit ini sering diduga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner, karena gejalanya yang hampir mirip dengan nyeri dada. Walaupun tidak mematikan seperti serangan jantung, penyakit asam lambung perlu ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Asam lambung naik ke kerongkongan (refluks asam lambung) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini berisiko terjadi pada orang lanjut usia (lansia), orang dengan obesitas, dan wanita hamil.

Berbagai cara mengatasi asam lambung

Selain dengan obat, sakit lambung sebenarnya bisa dengan mudah diatasi lewat pengaturan makanan yang lebih sehat dan seimbang.

Beberapa aturan pola makan yang perlu Anda perhatikan untuk membantu mengatasi asam lambung kambuhan adalah:

  • Makan lebih teratur. Salah satu penyebab kenaikan asam di lambung adalah pola makan yang tidak teratur. Oleh karena itu, usahakan untuk memiliki jam makan yang sama setiap hari. Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena hal tersebut dapat memicu asam naik ke tenggorokan saat tidur.
  • Hindari ngemil di antara waktu makan. Kebiasaan satu ini dapat membuat pencernaan kesulitan untuk mencerna makanan yang terlalu banyak. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu yang cukup lama pula untuk mencerna makanan tersebut.
  • Perhatikan porsi makan. Cara mengatasi asam lambung lainnya adalah dengan memperhatikan porsi makan. Pasalnya makan dalam porsi besar dapat memicu refluks. Untuk menghindari kelaparan, sebaiknya Anda makan lebih sering namun dalam porsi yang lebih kecil.
  • Mengunyah makanan dengan benar. Meski terlihat sepele, cara satu ini penting untuk diperhatikan. Pasalnya hal ini dapat dapat membantu enzim pencernaan mengolah dan mencerna makanan dengan lebih mudah sehingga mengurangi risiko asam lambung naik atau memperburuk gejala GERD yang Anda alami.
  • Hindari minum air terlalu banyak saat makan. Minum terlalu banyak air di tengah waktu makan bisa mencairkan asam di lambung dan membuat makanan yang Anda konsumsi lebih sulit untuk dicerna.

Baca juga:

Cara mengobati penyakit asam lambung

Cara alami mengobati maag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *