Muntah darah akibat maag

Pernahkah anda muntah yang disertai dengan darah dan merasakan sensasi yang sangat perih di tenggorokan ? itu adalah Muntah darah akibat maag.

Penjelasan muntah darah akibat maag

Maag atau dispepsia adalah gangguan pada sistem pencernaan. Meski bukan termasuk penyakit, tetapi maag tidak boleh dianggap sepele. Beberapa kasus ditemukan seseorang mengalami muntah darah karena maag.

Maag merupakan kondisi peradangan pada lambung. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menimbulkan komplikasi hingga tukak lambung.

Selain infeksi, konsumsi obat antinyeri tertentu juga berpotensi merusak dinding lambung. Konsumsi alkohol yang berlebih pun memengaruhi terjadinya gastritis.

Tidak semua darah pada muntahan disebut muntah darah

Muntah darah atau hematemesis merupakan kondisi di mana muntah bercampur dengan darah atau hanya darah saja. Bercak-bercak atau titik-titik darah terkadang belum tentu muntah darah.

Warna darah pada muntahan bisa berwarna merah terang, merah gelap, atau juga cokelat gelap seperti warna kopi. Warna dapat menunjukkan di mana kemungkinan terjadi perdarahan.

Muntah darah akibat maag

Muntah merupakan gejala yang cukup sering dialami para penderita dispepsia. Muntah yang keluar dapat disertai darah akibat luka pada lambung. Namun, sebenarnya, bagaimana mekanisme terjadinya muntah darah karena maag?

1. Infeksi bakteri Pylori
Infeksi bakteri Helicobacter pylori biasanya dapat menyebabkan luka pada dinding lambung ketika bakteri berhasil membentuk koloni pada dinding lambung.

Keadaan ini mungkin diperparah oleh kondisi imun seseorang yang lemah, pola makan yang buruk, dan produksi asam lambung yang terganggu.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berpengaruh pada keadaan dinding lambung dan meningkatkan risiko terinfeksi bakteri ini.

2. Obat antinyeri
Obat antinyeri non-steroid merupakan golongan antinyeri yang dapat menyebabkan kondisi gastritis. Kandungan zat dalam obat tersebut dapat membuat proteksi terhadap dinding lambung berkurang dan ketahanan dinding lambung yang melemah.

Keadaan ini dapat menyebabkan terlukanya dinding lambung hingga memicu terjadinya muntah darah.

3. Alkohol
Konsumsi alkohol jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya gastritis. Riset menyatakan konsumsi alkohol berkonsentrasi 25% dapat merusak proteksi dinding lambung.

Jika terus dikonsumsi lama-kelamaan dinding lambung semakin menipis hingga dapat menimbulkan luka.

Tiga hal di atas merupakan penyebab yang sering menghasilkan kondisi peradangan pada lambung. Kondisi radang ini akan memicu terjadinya maag. Jika memang terdapat luka, maka muntah darah karena maag dapat terjadi.

Jika Anda sering mengalami kondisi maag, cari tahu penyebabnya. Jangan sepelekan kondisi maag yang sering Anda alami. Cegah muntah darah karena maag terjadi pada diri Anda. Jika terjadi, segera bawa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Cara Mengatasi Maag dengan Obat Medis

Obat untuk mengatasi maag bisa dibeli dengan atau tanpa resep dokter. Obat bebas untuk maag adalah antasida. Jika maag tidak juga membaik dalam dua minggu setelah mengonsumsi obat bebas, segeralah berobat ke dokter. Sedangkan obat resep yang akan diberikan dokter jika Anda mengalami maag adalah obat golongan H2 receptor antagonist (H2RA), proton pump inhibitors (PPI), atau prokinetik. Dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik jika dicurigai terdapat infeksi bakteri pada lambung.

Antasida

Ini merupakan obat bebas yang dianjurkan untuk menetralisir asam lambung. Jenis antasida antara lain meliputi kalsium karbonat, aluminum hidroksida, magnesium hidroksida, simethicone, dan sodium bicarbonate.

H2 receptor antagonist (H2RA)

Ini merupakan kelas obat yang dapat mengurangi produksi asam lambung. Jenis obat yang termasuk golongan H2RA meliputi cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine.

Proton pump inhibitors (PPI)

Ini adalah golongan obat yang efektif mengatasi maag, terutama jika Anda mengalami nyeri ulu hati. Obat golongan PPI juga dapat mengurangi asam lambung. Setidaknya ada lima jenis obat yang termasuk dalam golongan PPI yaitu omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.

Antibiotik

Akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi maag yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri tersebut. Jenis obat yang termasuk golongan antibiotik untuk mengatasi maag antara lain adalah amoxicillin, clarithromycin, metronidazole, tetracycline, tinidazole.

Obat prokinetik

Obat ini membantu mengatasi maag dengan cara mempercepat proses pengosongan lambung. Yang termasuk dalam golongan obat ini adalah bethanechol dan metoclopramide.
Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup

Baca juga:

cara mengatasi penyakit maag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *