muntah darah karena maag

Muntah darah karena maag, dan  merupakan gejala yang cukup sering dialami para penderita dispepsia, yang keluar dapat disertai darah akibat luka pada lambung. Muntah darah atau hematemesis adalah gejala ketika seseorang memuntahkan sesuatu dari mulutnya, yang disertai dengan sejumlah darah.

1. Infeksi bakteri Pylori

Infeksi bakteri Helicobacter pylori biasanya dapat menyebabkan luka pada dinding lambung ketika bakteri berhasil membentuk koloni pada dinding lambung. Keadaan ini mungkin diperparah oleh kondisi imun seseorang yang lemah, pola makan yang buruk, dan produksi asam lambung yang terganggu. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berpengaruh pada keadaan dinding lambung dan meningkatkan risiko terinfeksi bakteri ini.

2. Obat antinyeri

Obat antinyeri non-steroid merupakan golongan antinyeri yang dapat menyebabkan kondisi gastritis. Kandungan zat dalam obat tersebut dapat membuat proteksi terhadap dinding lambung berkurang dan ketahanan dinding lambung yang melemah. Keadaan ini dapat menyebabkan terlukanya dinding lambung hingga memicu terjadinya muntah darah.

3. Alkohol

Konsumsi alkohol jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya gastritis. Riset menyatakan konsumsi alkohol berkonsentrasi 25% dapat merusak proteksi dinding lambung. Jika terus dikonsumsi lama-kelamaan dinding lambung semakin menipis hingga dapat menimbulkan luka.

Tiga hal di atas merupakan penyebab yang sering menghasilkan kondisi peradangan pada lambung. Kondisi radang ini akan memicu terjadinya maag. Jika memang terdapat luka, maka muntah darah karena maag dapat terjadi. Jika Anda sering mengalami kondisi maag, cari tahu penyebabnya. Jangan sepelekan kondisi maag yang sering Anda alami. Cegah muntah darah karena maag terjadi pada diri Anda.Jika terjadi, segera bawa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Pencegahan Muntah Darah

Beberapa jenis makanan atau minuman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya muntah darah, terutama makanan dengan kadar asam yang tinggi dan minuman beralkohol. Karena itu, salah satu cara untuk mencegah muntah darah adalah dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman tersebut. Diskusikan juga dengan dokter mengenai konsumsi obat-obatan, seperti aspirin atau OAINS, terkait risiko dan manfaatnya.

Pengobatan Muntah Darah

Pengobatan terhadap muntah darah tergantung dari seberapa banyak darah yang hilang, penyebab dari muntah darah, dan komplikasi yang muncul. Beberapa di antaranya adalah:

Infus cairan

Infus cairan diberikan untuk mengembalikan cairan yang hilang akibat perdarahan dan mengatasi atau mencegah timbulnya syok akibat hilangnya cairan tubuh, dan dapat diberikan sambil menunggu transfusi darah yang mungkin belum tersedia.

Transfusi darah

aik sel darah merah, keping darah (trombosit), maupun faktor pembekuan lainnya bila diperlukan, dilakukan untuk menggantikan jumlah darah yang hilang setelah dimuntahkan atau membantu menghentikan perdarahan. Transfusi tidak selalu dibutuhkan, tergantung dari gejala yang ditimbulkan, banyaknya darah yang hilang, serta apakah perdarahan masih berlangsung atau sudah berhenti.

Endoskopi

Endoskopi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin pada pasien yang mengalami gejala syok, atau paling tidak dalam waktu 24 jam pada pasien yang tidak mengalami gejala syok. Prosedur endoskopi dilakukan bukan hanya untuk mengetahui sumber perdarahan, tetapi juga untuk mengendalikan perdarahan.
Operasi. Dalam kasus perdarahan yang tidak dapat ditangani oleh endoskopi, seperti robeknya lambung atau usus 12 jari, serta kanker lambung, penanganan muntah darah melalui prosedur operasi perlu dilakukan untuk mengendalikan perdarahan hebat yang masih berlangsung.

Obat penghambat pompa proton (PPI)

Obat PPI seperti pantoprazole atau esomeprazole diberikan untuk menjaga pH lambung agar tidak terlalu asam, sehingga dapat mencegah rusaknya jaringan penyembuhan luka yang sudah terbentuk agar tidak berdarah kembali. Namun sebaiknya obat PPI tidak dijadikan terapi utama mendahului endoskopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *