sakit maag kronis dan cara penanganannya

Sakit Maag Kronis – Sakit maag kronis yaitu adanya gangguan pada pencernaan yang disebabkan oleh peradangan pada dinding lambung. Peradangan tersebut akan muncul secara perlahan dan kemudian berkembang dalam jangka waktu yang lama. Berikut gejala maag kronis yang telah dirangkum dari berbagai sumber .

Baca Juga : Ciri ciri sakit maag

Gejala Maag Kronis

Sebetulnya orang yang terkena penyakit ini sering tidak merasakan gejala sedikit pun sampai akhirnya ia didiagnosis. Tapi kamu harus waspada jika mengalami gejala seperti berikut ini:

  • Nyeri perut pada bagian atas.
  • Rasa tidak nyaman pada saluran cerna.
  • Perut terasa kembung.
  • Perasaan penuh atau begah pada perut bagian atas, setelah makan.
  • Mual dan muntah.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.Melihat gejala maag kronis di atas diharapkan kita harus selalu waspada, terlebih lagi jika gejala tersebut dibiarkan bisa mengakibatkan komplikasi, seperti:

Tukak lambung

Terjadinya peradangan atau luka pada dinding lambung dan duodenum (usus 12 jari). Selain ketidaknyamanan pada lambung, penderita tukak lambung akan mengalami nyeri berat di lambung.

Gastritis atrofi

Gastritis atrofi terjadi saat peradangan kronis pada dinding lambung menyebabkan hilangnya lapisan dan kelenjar pada lapisan dinding lambung. Maag kronis yang sudah parah dapat berkembang menjadi gastritis atrofi.

Anemia

Iritasi pada lambung yang semakin parah dapat menyebabkan pendarahan kronis di lambung, dan kehilangan darah dalam jumlah banyak bisa menyebabkan anemia.

Kekurangan vitamin B12

Maag kronis yang berkembang menjadi gastritis atrofi dapat menyebabkan penyerapan vitamin B12 di perut tidak baik.

Kanker

Kanker lambung pada stadium awal seringkali tidak bergejala. Adapun gejala kanker lambung yang harus diwaspadai antara lain pencernaan bermasalah, cepat kenyang, nyeri ulu hati, mual, kehilangan selera makan, dan penurunan berat badan. Deteksi dini kanker lambung penting dilakukan agar dapat ditangani secara dini.

Baca Juga : Cara Mengobati Asam Lambung Naik

Jenis Maag Kronis Berdasarkan Penyebabnya
Maag kronis bisa dibedakan menjadi empat berdasarkan penyebabnya, yakni:

Tipe A

Maag kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh kamu yang menghancurkan sel-sel lambung. Maag kronis tipe ini dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin, anemia, bahkan kanker.

Tipe B

Ini adalah tipe yang paling umum dan maag jenis ini disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Kondisi ini dapat menyebabkan tukak lambung, tukak usus, dan kanker lambung.

Tipe C

Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) dan konsumsi minumam beralkohol jangka panjang. Maag kronis tipe ini bisa menyebabkan erosi atau terkikisnya dinding lambung serta pencernaan.

Giant Hypertrophic Gastritis dan Gastritis Eosinofilik

Giant hypertrophic gastritis berkaitan dengan kekurangan protein, sedangkan gastritis eosinofilik bisa terjadi bersamaan dengan kondisi alergi seperti asma atau eksim.

Penanganan Maag Kronis


Sakit Maag Kronis – Pengobatan medis dan pola makan sehat adalah cara yang paling umum untuk mengobati gejala maag kronis. Dan pengobatan untuk setiap jenis sakit maag berfokus pada penyebabnya. Karena itu pemeriksaan medis dari dokter penting dilakukan untuk menentukan diagnosis dan penyebab maag kronis.

Jika terdapat infeksi bakteri H. Pylori, maka diperlukan antibiotik untuk membasi kuman, untuk meredakan gejala maag kronis juga dapat diberikan obat-obatan antasida untuk meredakan asam lambung, obat untuk melindungi lapisan dinding lambung, atau obat-obatan penghambat produksi asam lambung. Dokter juga akan menganjurkan Anda untuk berhenti mengonsumsi minuman alkohol atau obat-obatan yang dapat memperparah gejala maag kronis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada lambung Anda.

Segera konsultasikan ke dokter jika gejala maag kronis semakin parah dan berulang secara teratur, disertai dengan gejala lain seperti tinja berwarna hitam, muntah, dan nyeri lambung yang berlangsung terus-menerus. Terlebih jika terjadi muntah darah, berat badan terus menurun, jantung berdetak kencang, kesulitan bernapas, rasa kantuk yang berat, tiba-tiba pingsan, dan mengalami kebingungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *